Jangan takut menjalani proses Tuhan, tetapi bersiaplah menerima berkatNya

Bersyukur

SUKACITA HIDUP TIMBUL DARI HATI YANG MENGUCAP SYUKUR

Kamis, 25 Maret 2010

Pengalaman pribadi

| | 1 komentar


Sebulan yang sangat menyusahkan bagiku, karena masalah datang bertubi-tubi, pertama penggarisku hilang di sekolah, minggu pertama. Kedua gak sengaja menginjak e’ek waktu jalan-jalan dan baunya ceket banget, minta ampun dah, minggu ke 2. Ketiga dompetku hilang, gak tau jatuh di mana, baru kali ini kehilangan dompet, minggu ke 3. Dan akhirnya HP yang aku beli dengan uang tabunganku, HP yamg sangat aku sayang, akhirnyapun diambil juga sama Tuhan, di minggu ke 4.

Puh dasyat wes, mau marah tapi ya wes terjadi, mau dicarik tapi ya dak ketemu. Akhir’e aku duduk dek meja makan sambil lemes, pas mari gitu ada sepintas teguran yang intinya berkata “ hai Yessy kenapa kamu melupakan aku?” lalu aku sadar bahwa selama sebulan ini aku tidak pernah berdoa, karena malas, dan merasa tidak ada gunanya.
Dari situ aku sadar bahwa Yesus sangat menyayangi aku, Tuhan membuat segala cara agar aku sadar dan kembali kepadanya. Puh dasyat banget, tapi itu semua memang rencana Tuhan untuk menyadarkan aku, mama papa ku tidak marah sedikitpun, hanya menyuruhku lebih hati-hati. Lalu setiap hari aku belajar untuk kembali berdoa lagi, kesejahteraan pun datang kembali. 2 bulan kemudian papa membelikan aku HP baru, yang lebih bagus dari HP yang dulu. Aku bersyukur banget atas teguran yang terus Tuhan berikan sampai akhirnya aku mengerti


Ingat Tuhan tidak akan kehabisan cara untuk menegur kita sampai kita kembali kepada-Nya.
Mari belajar PEKA dengan setiap peristiwa yang kita lalui setiap hari…

Read more...

Kamis, 11 Maret 2010

Aneka manfaat syukur

| | 0 komentar


Selain jalinan persahabatan yang baik, sikap bersyukur kini terbukti secara ilmiah memicu pula aneka manfaat lain. Di antaranya manfaat kesehatan jasmani, ruhani dan kehidupan bermasyarakat yang lebih baik. Tidak heran jika “gratitude research” atau “penelitian tentang sikap bersyukur” menjadi salah satu bidang yang banyak diteliti ilmuwan abad ke-21 ini.

Profesor psikologi asal University of California, Davis, AS, Robert Emmons, sekaligus pakar terkemuka di bidang penelitian “sikap bersyukur”, telah memperlihatkan bahwa dengan setiap hari mencatat rasa syukur atas kebaikan yang diterima, orang menjadi lebih teratur berolah raga, lebih sedikit mengeluhkan gejala penyakit, dan merasa secara keseluruhan hidupnya lebih baik.

Dibandingkan dengan mereka yang suka berkeluh kesah setiap hari, orang yang mencatat daftar alasan yang membuat mereka berterima kasih juga merasa bersikap lebih menyayangi, memaafkan, gembira, bersemangat dan berpengharapan baik mengenai masa depan mereka. Di samping itu, keluarga dan rekan mereka melaporkan bahwa kalangan yang bersyukur tersebut tampak lebih bahagia dan lebih menyenangkan ketika bergaul.

Read more...

Bersyukurlah Selalu

| | 0 komentar



Bersyukurlah bahwa kita belum siap memiliki segala sesuatu yang kita inginkan .....

Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan ?

Bersyukurlah apabila kita tidak tahu sesuatu ...
Karena itu memberikan kita kesempatan untuk belajar ...

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit ...
Di masa itulah kita bisa tumbuh ...

Bersyukurlah untuk segala keterbatasan kita
Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang dan memperbaiki diri...

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru ...
Karena itu akan membangun kekuatan dan karakter kita...

Bersyukurlah untuk kesalahan yang pernah kita buat ...
Karena itu akan memberikan pembelajaran yang berharga tuk menjadi lebih baik......

Bersyukurlah bila kita lelah,letih dan tak berdaya...
Karena pada dasarnya kita telah membuat suatu perbedaan dalam memanfaatkan waktu......
Read more...

AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN.

| | 0 komentar



Judul diatas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.

Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.
Pertama : Kita Sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah,mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang.

Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi "KAYA" dalam arti yang sesungguhnya.

Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang "kaya". Orang yang "kaya" bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.

Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.

Mari pusatkan perhatian kita pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar kita. Mereka pasti akan menjadi lebih menyenangkan.

Seorang pengarang pernah mengatakan, "Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi." Ini perwujudan rasa syukur.

Saya pernah membaca sebuah cerita tentang seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.

Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.

Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri.........

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.
Read more...

Apa Sih Keajaiban Dunia Itu???

| | 0 komentar


Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari `Tujuh Keajaiban Dunia’. Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan `Tujuh Keajaiban Dunia’ saat ini. Walaupun ada beberapa ketidak sesuaian, sebagian besar daftar berisi sbb : 1] Piramida; 2] Taj Mahal; 3] Tembok Besar Cina; 4] Menara Pisa; 5] Kuil Angkor; 6] Menara Eiffel; 7] Kuil Parthenon.

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.

Gadis pendiam itu menjawab, `Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya `keajaiban itu’. Sang guru berkata, ‘Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya’. Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, `Saya pikir, `Tujuh Keajaiban Dunia’ itu adalah : 1] Bisa melihat, 2] Bisa mendengar, 3] Bisa menyentuh, 4] Bisa menyayangi, 5] Bisa merasakan, 6] Bisa tertawa, dan 7] Bisa mencintai.

Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya `Keajaiban’. Sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan karuniakan untuk kita, kita menyebutnya sebagai `Biasa’.

seperti inikah Saya???

Read more...

Rabu, 10 Maret 2010

Arti Sebuah Kata Syukur

| | 0 komentar


Pernahkah anda mengerti akan arti sebuah kata syukur?
Pernahkah anda mengetahui akan keindahan sebuah rasa terima kasih?
Atau pernahkah bibir anda mengucapkan terima kasih atas semua hal yang anda terima?
Dan pernahkah anda merasakan bahwa semua yang diterima ini adalah hal yang terbaik yang dikaruniakan Sang Pencipta?

Terkadang kita tidak menyadari akan keindahan suatu pengucapan syukur..
Dan hati ini kadang terlalu beku untuk menerima semua hal yang sesungguhnya merupakan hal yang terbaik bagi kita.
Tetapi pengucapan syukur merupakan suatu hal yang indah..
Yang akan memberikan kelegaan di dalam jiwa anda dan kita semua.

Mungkin timbul pertanyaan di dalam hidup ini,
Bagaimanakah aku dapat mengucap syukur atas apa yang kuterima..
Padahal semua hal yang diberikan padaku tidak sanggup untuk kulakukan..

Ketika teman - teman merasa tidak sanggup..
Dan mengerjakan segala sesuatunya dengan bersungut-sungut..
Sesungguhnya saudara tidak akan mendapatkan apa-apa..
Segala anugerah dan berkatNya tidak akan saudara terima..
Karena ketika bersungut-sungut dan merasa tidak sanggup..
Sesungguhnya saudara meragukan berkat yang akan diberikan oleh Sang Pencipta pada kehidupan saudara.
Dan meragukan bahwa Sang Pencipta sanggup untuk menolong dan memberikan hal terbaik di dalam hidup ini.

Sesungguhnya tidak ada hal yang tidak sanggup kita lakukan..
Dan tidak ada tebing yang terlalu terjal bagi kita.
Karena ketika kita mengucap syukur atas apa yang menjadi tanggung jawab kita..
Maka Ia akan memberikan kepada kita kesanggupan atas apa yang kita lakukan..
Dan memberikan kekuatan ketika diri kita merasa lemah..

Ketika pengucapan syukur mengalir dari bibir anda.
Sang Pencipta akan mendengar dan tersenyum..
Dan Ia-pun akan dengan senang hati memberikan berkatNya pada anda..
Karena Ia sangat senang jika saudara ikhlas dan mempercayaiNya..
Dan keikhlasan saudara merupakan wujud dari rasa syukur anda kepadaNya..

Read more...

Bapa yang Baik

| | 0 komentar

Bapa Engkau Sungguh baik,
Kasih Mu melimpah dihidup ku
Bapa ku berterimakasih, berkatMu hari ini yang Kau sediakan bagi ku

Kunaikkan syukur ku buat hari yang Kau beri
Tak habis – habisnya, kasih dan rahmatMu
Selalu baru dan tak pernah terlambat pertolonganMu
Besar setia-Mu disepanjang hidup ku.

Read more...

SUATU SAAT DALAM TAXI

| | 0 komentar


Selamat Membaca, Tuhan memberkati
“Jika kita melakukan sesuatu, lakukanlah semuanya seperti kita melakukan untuk Tuhan”.

Hari-hari terakhir pekerjaan kantor sangat melelahkan. Tidak ada waktu untuk ‘memanjakan’ diri sendiri. Bahkan saat akan beristirahat pun, segala masalah dan tugas dalam pekerjaan selalu menghantui pikiran. Terus terang saya sudah malas dengan segala keinginan boss-ku. Nyaris setiap hari aku pulang larut malam. Pergi pagi pulang malam. Dari Senin sampai Sabtu. Dan segala pekerjaanku tidak pernah di hargai olehnya. Jadi aku pikir “masa bodoh dengan segala pekerjaan kantor. Aku sudah cape. Terserah deh, nanti jadinya apa. Gua kaga peduli”. Jadi Sabtu kemarin aku habiskan waktu dengan tidur seharian. Membaca buku, menonton televisi, dengar kaset. Laptop yang tegeletak di atas meja tidak aku sentuh sedikit pun. “Masa bodoh” pikirku.

Sendok suapan terakhir telah masuk ke dalam perut. Wah, kenyang juga. Kubenahi segala dokumen yang di butuhkan dan segera keluar kantor mencari taxi. Sudah 5 menit aku menunggu, akhirnya taxi yang kutunggu datang juga.
“Daerah kota pak,seruku pada supir taxi.
“Kotanya di mana pak?”, dia menimpali.
“Wah, namanya apa yah?” aku sendiri tidak begitu ingat. “Nanti saya tunjukkan jalannya kalau sudah sampai di sana ”
“Baik Pak”. Suasana hening.
Tidak beberapa lama pak supir berkata, “Tadi orang yang pakai taxi ini sebelum Bapak, naik dari Taman Anggrek”.
Dekat amat pikirku. Kantorku ada di daerah Citraland.
“Kok mau sih pak?” ucapku.
“Wah tidak baik menolak rejeki. Kalau Tuhan sudah kasih berkat, masa kita tolak”, ujarnya dengan logat batak yang masih terasa. “Kalo supir lain sih
pasti nolak. Kalau saya, ngak masalah, dekat atau jauh toh berkat dari Tuhan.”
“Wah, berfilsafat dia.”, pikirku.
“Tapi sebenarnya untung juga sih kalau nariknya deket. Tadi saja saya di kasih uang 10.000. padahal argonya ngak sampe 5 rebu. Saya senang juga.
Tapi sebenernya saya ngak tega kalo mesti nolak. Dia kan pasti mau buru-buru. Bagaimana rasanya, sesudah duduk, eh malah saya tolak. Sakit hati kan “.
“Iya juga yah”, pikirku.
Suasana hening kembali.
Kuperhatikan wajahnya dari kaca mobil. Keliahatannya ceria, tidak seperti sopir-sopir taxi yang lain. Yang rata-rata wajahnya cemberut. “Bapak sudah
lama jadi sopir taxi”, tanyaku memecah keheningan.
“Baru empat tahun Pak.”
“Sebelumnya kerja di mana?”
“Dulu saya kerja di perhotelan.”
“Kerja di bagian apa Pak?”
“Manager operasional”
Hah? Tidak salah dengar ? Manager ? Gak mungkin ah.. “Anak buahnya banyak pak?”, tanyaku sedikit menyelidik.
“Ada sekitar 100 orang” “Terus, koq sekarang malah jadi sopir taxi”
“Wah, panjang ceritanya Pak.”
“Oh.”, gumamku dan tidak bertanya lebih lanjut, kelihatannya ada kenangan pahit yang dia alami.
“Biasalah pak korban kena sikut”, ujarnya meneruskan, “Padahal dia teman baik saya. Tidak menyangka dia akan berbuat seperti itu. Tapi buat saya itu ngak masalah. Saya percaya Tuhan pasti akan tetap pelihara saya. Buktinya saya langsung bisa dapat pekerjaan lagi. Walaupun tidak sehebat seperti dahulu. Yah, sudah cukup lah, untuk kebutuhan sehari-hari”.
“Kenapa Bapak tidak mencoba melamar di hotel lain?”
“Nama saya sudah rusak Pak.”
“Pasti karena di fitnah oleh teman baiknya itu”, pikir ku.
Kuperhatikan lagi wajahnya. Tetap ceria seperti tadi. Tidak nampak terbeban.
“Lebih enak jadi sopir atau kerja seperti dulu Pak?”, tanyaku.
“Wah, enak atau enggak tergantung hati kita Pak. Pokoknya kita mesti sadar, bahwa apa yang kita punya saat ini, Tuhan yang memberi. Mengucap syukur
senantiasa. Sukacita bukan datang dari luar, tapi dari dalam diri kita. Jadi kalau ditanya lebih enak mana, dulu atau sekarang, jawabannya yah: dua-duanya. Mau jadi apa aja ngak masalah, yang penting ada rasa syukur, pasti sukacita itu datang dengan sendirinya.”

Wah, jadi malu aku. Aku yang sejak kecil di didik dalam keluarga percaya, masih mengeluh kan pekerjaan yang saya terima. Padahal kalau dibandingkan
dengan sopir taxi, pekerjaan saya jauh lebih enak. Dengan penghasilan yang lebih tinggi tentunya. Tapi, dasar ! Nggak ada ucapan syukurnya. Aku jadi
teringat akan nasehat yang mengatakan “Jika kita melakukan sesuatu, lakukanlah segala sesuatu seperti kita melakukan untuk Tuhan”.

Hmmm, hari ini aku di sadarkan kan oleh seorang supir taxi. Hari ini aku dikuatkan kembali untuk selalu bersyukur dalam segala hal.

Anak-Ku, Aku tahu bahwa kadang kala begitu menggoda untuk menyerah dalam kehidupan. Kadang kala sulit menemukan alasan untuk terus berusaha. Apa yang membuatmu merasa seperti menerima kekalahan? Sekolah? Nilai? Kawan-kawan? Orangtua? Uang? Perang? Dengarlah, Aku ingin kamu mempercayai-Ku dalam hal ini. Meskipun keadaan hidup tampak kacau dari luar, tetapi jika kamu percaya kepada-Ku, ada hal-hal yang tak terlihat terjadi di dalam dirimu. Setiap hari, Aku membuka sesuatu yang baru dan menggairahkan. Masa depanmu akan lebih mengherankan dari apa pun yang dapat kamu bayangkan. Percayalah kepada-Ku, tidak akan sia-sia kamu bertahan karena ada hari depan yang indah menunggumu. Oleh karena itu, bertahanlah dengan gigih.Janganlah menyerah! Aku mempunyai sejumlah kejutan nyata bagimu. Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? (Mat 16:26)

Read more...

Give thanks for everything

| | 0 komentar


Pada dasarnya manusia memang tidak pernah puas termasuk tidak pernah puas dengan pekerjaan yang kita lakukan sekarang. Sehingga kita bersungut-sungut dan mengeluh dengan keadaan kita sekarang seperti layaknya kita adalah orang paling malang sedunia.

Paling tidak mengingatkan kita supaya kita bersyukur dalam segala hal karena justru sebenarnya ada banyak orang yang lebih susah dari kita yang harus kita tolong ( Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita-Efesus 5:20). Mengingatkan kita supaya kita mencari dahulu Kerajaan Allah dan KebenaranNya, yang artinya mengutamakan Tuhan di atas segala hal ( Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.-Mat 6:33).

Ujung-ujungnya bahwa kita hidup di dunia bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk Tuhan semata.

Soli Deo Gloria…

Read more...

Yang Perlu di Syukuri